Sabtu, 09 Juli 2011

Sumur Resapan Kolektif untuk Daerah Perkotaan

[webtekniksipil] - Sumur resapan untuk daerah perkotaan, dapat berupa sumur resapan individual dan sumur resapan kolektif. Pada tulisan sebelumnya Sumur Resapan Individual untuk Daerah Perkotaan telah diuraikan mengenai Sumur Resapan dari Tembok, Sumur Resapan dari Hong, Sumur Resapan dari fiberglass dan Lubang Resapan Biopori. Di tulisan ini, [webtekniksipil] akan menguraikan mengenai Sumur Resapan Kolektif untuk Daerah Perkotaan yaitu; Kolam Resapan, Sumur Resapan Dalam, dan Sumur Resapan Parit Berorak.
Kolam resapan yang dipadukan dengan pertamanan
Kolam resapan yang dipadukan dengan pertamanan dapat berfungsi ganda. Selain memiliki nilai estetika, juga berfungsi dalam konservasi udara dan air.
[webtekniksipil] - Sumur resapan untuk daerah perkotaan, dapat berupa sumur resapan individual dan sumur resapan kolektif. Pada tulisan sebelumnya Sumur Resapan Individual untuk Daerah Perkotaan telah diuraikan mengenai Sumur Resapan dari Tembok, Sumur Resapan dari Hong, Sumur Resapan dari fiberglass dan Lubang Resapan Biopori. Di tulisan ini, [webtekniksipil] akan menguraikan mengenai Sumur Resapan Kolektif untuk Daerah Perkotaan yaitu; Kolam Resapan, Sumur Resapan Dalam, dan Sumur Resapan Parit Berorak.
Sumur Resapan Perkotaan Kolektif
Sumur resapan kolektif adalah sumur resapan yang dibangun secara bersama-sama dalam satu kawasan tertentu. Sumur resapan ini dapat dibuat per sepuluh rumah, per blok, satu RT, atau satu kawasan pemukiman. Dengan sumur kolektif ini, biaya per satuan rumahnya akan lebih murah dibandingkan dengan cara individual.
Tabel 1 :
ALTERNATIF MODEL SUMUR RESAPAN KOLEKTIF SESUAI DENGAN KONDISI LINGKUNGAN.
Model Sumur Resapan
yang Diterapkan
Kedalaman
Muka Air Tanah
Ketersediaan
Lahan
Kolam resapan dangkal
dangkal (< 5 m)
luas
Sumur dalam
dalam (> 5 m)
sempit
Parit berorak
dangkal (< 5 m)
sempit
Biaya pembuatan dan pemeliharaan sumur resapan kolektif dapat berasal dari biaya pemerintah, developer, atau swadaya masyarakat. Model-model sumur resapan yang dapat diterapkan tergantung keadaan lingkungan dan ketersediaan tanah di kawasan tersebut. Model yang bisa diterapkan di antaranya kolam resapan, sumur dalam, dan parit berorak. Adapun persyaratan untuk ketiga model tersebut dapat dilihat dalam Tabel 1.
Seperti halnya pada sumur resapan individual, sumur kolektif juga harus memperhatikan tata letak dan jarak yang baik agar dapat berfungsi secara efektif dan tidak menimbulkan dampak lain. Seperti yang telah disajikan dalam Tabel 1, lokasi yang tepat untuk sumur resapan secara kolektif adalah lokasi yang terendah pada suatu kawasan, dengan demikian air dapat dengan mudah mengalir dari semua tempat dalam kawasan tersebut. Sebagai gambaran dapat dilihat pada Gambar 1.
Besarnya sumur resapan yang direncanakan harus memperhatikan curah hujan, kondisi tanah, dan jumlah kawasan yang airnya mengalir ke sumur resapan. Secara umum volume sumur resapan dapat menggunakan rasio 1 m3 untuk 100 m2 lahan pada curah hujan di bawah 1.000 mm. Dengan demikian, pada kawasan perumahan yang luasnya 1 ha paling tidak dibuat sumur resapan dengan volume 100 m3.
Tata letak lokasi untuk sumur resapan
Gambar 1.  Tata letak lokasi untuk sumur resapan.
  1. Kolam Resapan
Kolam resapan merupakan kolam terbuka di perkotaan yang khusus dibuat untuk menampung air hujan dan meresapkannya ke dalam tanah. Model resapan ini cocok untuk lahan dengan permukaan air tanah dangkal dan tersedia lahan yang luas.
Model ini dapat dipadukan dengan konsep pertamanan atau konsep hutan kota yang sekarang sedang digalakkan pemerintah dalam rangka penataan lingkungan. Melalui konsep penataan pemukiman ini, kolam resapan akan dapat berfungsi ganda, disamping memiliki nilai estetika juga berfungsi dalam konservasi udara dan air.
Ukuran dan model dari sumur resapan tergantung luas kawasan yang air hujannya akan mengalir ke kolam resapan serta harus memperhatikan kedalaman muka air tanah dan ketersediaan lahan. Untuk kawasan 100 ha, volume sumur resapan minimal 10.000 m3. Bila muka air tanah di bawah 5 m maka dapat dibuat kedalaman 5 m, lebar 40 m, dan panjang 50 m.
Konstruksi kolam resapan yang dipadukan dengan pertamanan
Gambar 2.  Konstruksi kolam resapan yang dipadukan dengan pertamanan.
  1. Sumur Resapan Dalam
Sumur resapan dalam merupakan model resapan air hujan yang cocok untuk lahan-lahan yang muka air tanahnya dalam. Keuntungannya tidak terlalu memerlukan lahan yang luas. Kedalaman sumur resapan ini harus di atas permukaan air tanah yang dapat dilihat pada kedalaman sumur air minum. Sumur dapat dibuat beberapa buah pada kawasan-kawasan tertentu yang jumlah volume keseluruhannya memenuhi standar seperti dikemukakan sebelumnya.
Sumur resapan dalam dapat berbentuk persegi atau lingkaran. Ukuran sumur tergantung pada keadaan muka air tanah. Semakin dalam muka air tanah maka semakin dalam sumur resapannya. Misalnya, dalam satu kawasan 100 ha direncanakan sumur bervolume 10.000 m3. Bila muka air tanah 50 m maka dapat dibuat sumur resapan yang dalamnya 40 m, lebar 5 m, dan panjang 5 m sebanyak 10 buah. Model sumur resapan dalam dapat dilihat pada Gambar 3.
Konstruksi sumur resapan dalam
Gambar 3.  Konstruksi sumur resapan dalam.
  1. Sumur Resapan Parit Berorak
Model sumur resapan parit berorak meresapkan air melalui parit-parit yang di bawahnya diberi sumur-sumur (rorak) penampung air. Dengan demikian, air hujan yang masuk ke dalam parit tidak semuanya mengalir, melainkan tertampung dalam rorak dan dapat meresap ke dalam tanah. Model ini cocok untuk lahan yang tidak luas dan muka air tanah dangkal. Model ini efektif, tetapi memerlukan pengontrolan atau pemeliharaan yang intensif agar tidak tertutup sampah atau lumpur. Setiap parit dilengkapi dengan saringan dan penyadap lumpur yang setiap saat dapat dikeruk.
Konstruksi sumur resapan parit berorak
Gambar 4.  Konstruksi sumur resapan parit berorak.
Rorak dibuat pada dasar parit yang lebarnya berdasarkan lebar parit. Kedalaman rorak antara 1-2 m, jarak antara rorak 5-10 m. Agar rorak tidak longsor, dindingnya harus diberi pasangan tembok yang diberi alas kerikil atau dengan memasang hong yang posisinya tegak atau vertikal.
Air hujan dari perumahan diarahkan ke parit berorak yang sebelum masuk dibuat galian dengan diberi alas dan dinding tembok berkedalaman 50 cm sebagai penyadap lumpur. Galian ini harus dikeruk bila telah penuh. Pada bagian pemasukan ke parit berorak dipasang saringan sampah dari besi. Bila parit tertutup, sebaiknya setiap rorak di atasnya dibuat lubang kontrol yang ukuranya minimal 50 cm x 50 cm sehingga mudah untuk mengeruk lumpur bila rorak telah dangkal.
Semoga Bermanfaat
( ==o0o== )
Sumber :
SUMUR RESAPAN untuk Pemukiman Perkotaan dan Pedesaan
K u s n a e d i
- (Penebar Swadaya, 2011)

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More