Minggu, 19 Juni 2011

ebook - Pelelangan Jasa Konstruksi : Seluk Beluk Praktis dari A sampai Z, Penyiapan Dokumen Penawaran

| PELELANGAN JASA KONSTRUKSI : Seluk Beluk Praktis dari A sampai Z, Penyiapan Dokumen Penawaran | Suparyakir | Kreasi Wacana Offset | 2010 | Bahasa Indonesia | 104 h | pdf | 3.51 MB | Buku sederhana ini membahas seluk-beluk pelelangan jasa konstruksi. Berbagai hal penting tentang pelelangan jasa konstruksi akan diungkap dalam buku ini. Selain itu, penulis juga mengemukakan sejumlah trik untuk menyiapkan Dokumen Penawaran secara efektif dan efisien. Bagi para pelaku pelelangan jasa konstruksi, khususnya calon peserta lelang, buku ini dapat dijadikan semacam referensi untuk menyusun Dokumen Penawaran. Dengan membaca buku ini diharapkan calon peserta lelang memiliki dasar-dasar penyusunan Dokumen Penawaran. |
ebook - Pelelangan Jasa Konstruksi
Judul Buku
:
PELELANGAN JASA KONSTRUKSI
Seluk Beluk Praktis dari A sampai Z
Penyiapan Dokumen Penawaran
Penulis
:
Suparyakir
Penerbit
:
Kreasi Wacana Offset
Tahun
:
2010
Bahasa
:
Bahasa Indonesia
Halaman
:
104
Format File
:
pdf
Ukuran File
:
3.51 MB
Free download ebook - PELELANGAN JASA KONSTRUKSI : Seluk Beluk Praktis dari A sampai Z, Penyiapan Dokumen Penawaran.
Buku sederhana ini membahas seluk-beluk pelelangan jasa konstruksi. Berbagai hal penting tentang pelelangan jasa konstruksi akan diungkap dalam buku ini. Selain itu, penulis juga mengemukakan sejumlah trik untuk menyiapkan Dokumen Penawaran secara efektif dan efisien.
Bagi para pelaku pelelangan jasa konstruksi, khususnya calon peserta lelang, buku ini dapat dijadikan semacam referensi untuk menyusun Dokumen Penawaran. Dengan membaca buku ini diharapkan calon peserta lelang memiliki dasar-dasar penyusunan Dokumen Penawaran.
Dalam Penjelasan Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2000 Tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi dijelaskan bahwa Pembangunan Nasional dapat diwujudkan antara lain melalui upaya mendorong tumbuh dan berkembangnya jasa konstruksi secara mantap, peningkatan dan keandalan daya saing jasa konstruksi nasional, yang selanjutnya diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pekerjaan konstruksi.
Peningkatan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan jasa konstruksi sebagaimana disebutkan paragraf di atas dapat dimulai sejak dari pelelangan jasa konstruksi. Dengan pelelangan jasa konstruksi yang selektif dan berkualitas baik, maka akan diperoleh calon penyedia jasa yang berkualitas pula. Terpilihnya calon penyedia jasa yang berkualitas pada akhirnya menjamin terwujudnya utilitas publik yang dapat dipertanggungjawabkan.
DAFTAR ISI
Pengantar Penulis
Daftar Isi
Bab Satu
:
PROSES PELELANGAN PEKERJAAN
Bab Dua
:
SYARAT ADMINISTRASI PELELANGAN JASA KONSTRUKSI
Bab Tiga
:
AKTOR-AKTOR PENTING DALAM PENYIAPAN DOKUMEN PENAWARAN
Bab Empat
:
ANATOMI DOKUMEN PENAWARAN
Bab Lima
:
TAHAP-TAHAP PENYUSUNAN DOKUMEN PENAWARAN
Bab Enam
:
PROSEDUR PENYIAPAN DAN PEMBUKAAN DOKUMEN PENAWARAN
Bab Tujuh
:
ALAT BANTU DALAM PENYIAPAN DOKUMEN PENAWARAN
Bab Delapan
:
HAMBATAN-HAMBATAN YANG MUNGKIN TERJADI SELAMA MEYUSUN DOKUMEN PENAWARAN
Bab Sembilan
:
TIPS PENYIAPAN DOKUMEN PENAWARAN

Sabtu, 18 Juni 2011

ebook - Desain Konstruksi Dengan SAP2000

Desain Konstruksi Dengan SAP2000 v. 9 (12 Tutorial dan Latihan) | Handi Pramono, dkk | Andi Offset | 2007 | Bahasa Indonesia | 220 h | pdf | 12.26 MB | ISBN : 979-763-650-X | Kita sering menggunakan kata Analisis dan Desain Struktur karena hampir dalam setiap perencanaan struktur bangunan selalu melalui proses analisis dan proses desain struktur. Analisis struktur adalah proses untuk mengetahui gaya dalam pada model struktur yang dikenai gaya luar tertentu (bisa berupa beban tetap/sementara, momen, displacement, perubahan suhu dan lain-lain). Semua gaya luar yang bekerja pada struktur dimodelkan dan dianalisis untuk mengetahui gaya dalam berupa momen (lentur, puntir), gaya lintang, gaya normal dan lain-lain (retakan, tekuk dan sebagainya). Desain struktur adalah proses yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari proses analisis struktur. Gaya dalam yang ada harus mampu ditahan oleh elemen struktur yang direncanakan. Proses desain struktur dipengaruhi oleh jenis dan kualitas material (baik baja, beton atau material yang lain) dan dimensi/penampang material. Semakin besar gaya dalam yang timbul, pada umumnya membutuhkan kualitas material yang lebih baik dan dimensi/penampang yang lebih besar. Dengan kata lain, kualitas dan dimensi material berbanding lurus dengan gaya dalam yang timbul. Hasil desain struktur dalam struktur beton adalah kebutuhan tulangan lentur, tulangan geser dan tulangan puntir, sementara hasil desain struktur baja adalah penampang profil beserta pengakunya.
ebook - Desain Konstruksi Dengan SAP2000
Judul Buku
:
Desain Konstruksi Dengan SAP2000 v. 9
12 Tutorial dan Latihan
Penulis
:
Handi Pramono, dkk
Penerbit
:
CV. Andi Offset
Tahun
:
2007
Bahasa
:
Bahasa Indonesia
Halaman
:
220 h
Format File
:
pdf
Ukuran File
:
12.26 MB
SAP2000 masih merupakan software terdepan dalam Aplikasi Teknik Sipil. Buku 12 Tutorial Desain Konstruksi dengan SAP2000 versi 9.0 ini, sangat cocok bagi anda yang ingin lebih memahami program SAP2000. Disajikan dengan ringkas dan banyak contoh mulai dari nol, diharapkan Anda tidak akan mengalami kesulitan dalam mempelajari Desain Struktur menggunakan SAP2000.
Mekanika Teknik merupakan keahlian dalam bidang teknik sipil. Agar dapat menguasai ilmu rekayasa struktur dengan baik, seorang insinyur sipil harus memiliki dasar ilmu mekanika teknik yang baik pula.
Kita sering menggunakan kata Analisis dan Desain Struktur karena hampir dalam setiap perencanaan struktur bangunan selalu melalui proses analisis dan proses desain struktur.
Analisis struktur adalah proses untuk mengetahui gaya dalam pada model struktur yang dikenai gaya luar tertentu (bisa berupa beban tetap/sementara, momen, displacement, perubahan suhu dan lain-lain).
Semua gaya luar yang bekerja pada struktur dimodelkan dan dianalisis untuk mengetahui gaya dalam berupa momen (lentur, puntir), gaya lintang, gaya normal dan lain-lain (retakan, tekuk dan sebagainya).
Desain struktur adalah proses yang dilakukan sebagai tindak lanjut dari proses analisis struktur. Gaya dalam yang ada harus mampu ditahan oleh elemen struktur yang direncanakan. Proses desain struktur dipengaruhi oleh jenis dan kualitas material (baik baja, beton atau material yang lain) dan dimensi/penampang material. Semakin besar gaya dalam yang timbul, pada umumnya membutuhkan kualitas material yang lebih baik dan dimensi/penampang yang lebih besar. Dengan kata lain, kualitas dan dimensi material berbanding lurus dengan gaya dalam yang timbul.
Hasil desain struktur dalam struktur beton adalah kebutuhan tulangan lentur, tulangan geser dan tulangan puntir, sementara hasil desain struktur baja adalah penampang profil beserta pengakunya.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Disclaimer
Daftar Isi
Tutorial 1
:   Balok Beton Bertulang
Tutorial 2
:   Rangka Portal 5 m.
Tutorial 3
:   Editing Rangka Portal
Tutorial 4
:   Portal 3D
Tutorial 5
:   Struktur Jembatan Sederhana
Tutorial 6
:   Balok Pre-Stressed
Tutorial 7
:   Interaksi Rangka dan Dinding Geser
Tutorial 8
:   Dinding Beton
Tutorial 9
:   Beban Bergerak
Tutorial 10
:   Tiga Rangka Portal
Tutorial 11
:   Analisis Respons Spectrum
Tutorial 12
:   Nonlinear Time History

Modul Tutorial Dasar SAP2000

Tutorial Dasar Belajar SAP2000Free Download - Modul Tutorial Dasar Belajar SAP2000.
Tutorial Dasar Belajar SAP2000 ini, merupakan Modul Praktikum Komputer dengan SAP2000 Ver.7.42. Terdiri dari 3 (tiga) modul, yaitu : Modul I - Pengenalan SAP2000; Modul II - Bangunan Rangka; dan Modul III - Bangunan Portal.
Modul ini sangat cocok untuk anda yang ingin belajar SAP2000. Mengurai langkah demi langkah serta dilengkapi dengan screenshot (tampilan layar).
Pada bagian bawah tulisan ini, webtekniksipil menyediakan link download untuk ketiga modul tersebut. Modul-modul ini dapat di download secara gratis.
Modul ini [webtekniksipil] dapat dari blog tetangga, punyanya Bapak Ir. Thamrin Nasution (Staf Pengajar KOPERTIS WIL-I dpk. ITM).
Garis besar isi modul :
  • Modul I : Pengenalan SAP2000
    Materi :
    -   Konsep Dasar SAP2000
    -   Praktikum Gelagar Sederhana
    -   Ragam Pembebanan
    • Sumbu-sumbu pada SAP2000
    • Terdapat dua sumbu pada SAP2000, yaitu Sistem koordinat global (sumbu X, Y dan Z), dan sistem koordinat lokal (sumbu 1, 2, dan 3), bentuk ruang (3 dimensi), mengikuti hukum jari tangan kanan.
      Sumbu global merupakan sumbu tata ruang struktur, sedangkan sumbu lokal merupakan sumbu frame (batang) seperti gambar berikut.
      Tutorial Dasar Belajar SAP2000 - webtekniksipil
      Tutorial Dasar Belajar SAP2000 - webtekniksipil
    • Restraints
    • Restraints, adalah sifat-sifat dari titik buhul (joint). Setiap titik buhul (joint) mempunyai 6 (enam) komponen perpindahan, 3 (tiga) pergeseran global X, Y dan Z, dan 3 (tiga) perputaran global RX, RY dan RZ. Arahnya berhubungan dengan 6 (enam) komponen perpindahan yang dikenal sebagai derajat kebebasan (degree of freedom = DOF) dari titik buhul.
      R = ux,uy,uz,rx,ry,rz
      dimana :
      R
      =
      Restraints
      ux
      =
      Kode restraint (pengekangan) untuk pergeseran pada arah sumbu global X. Nilai = 1 menyatakan tidak dapat/bisa ;
      nilai = 0 menyatakan dapat/ bisa.
      uy
      =
      Kode restraint (pengekangan) untuk pergeseran pada arah sumbu global Y. Nilai = 1 menyatakan tidak dapat/bisa ;
      nilai = 0 menyatakan dapat/bisa.
      uz
      =
      Kode restraint (pengekangan) untuk pergeseran pada arah sumbu global Z. Nilai = 1 menyatakan tidak dapat/bisa ;
      nilai = 0 menyatakan dapat/bisa.
      rx
      =
      Kode restraint (pengekangan) untuk perputaran pada sumbu global X. Nilai = 1 menyatakan tidak dapat/bisa ;
      nilai = 0 menyatakan dapat/bisa.
      ry
      =
      Kode restraint (pengekangan) untuk perputaran pada sumbu global Y. Nilai = 1 menyatakan tidak dapat/bisa ;
      nilai = 0 menyatakan dapat/bisa.
      rz
      =
      Kode restraint (pengekangan) untuk perputaran pada sumbu global Z. Nilai = 1 menyatakan tidak dapat/bisa ;
      nilai = 0 menyatakan dapat/bisa.
      Tutorial Dasar Belajar SAP2000 - webtekniksipil
      Gambar: Restraints sumbu lokal dengan fitur pilihan cepat SAP2000.
    • Menu pada SAP2000 V.7.42
      • Menu File
      • Tutorial Dasar Belajar SAP2000 - webtekniksipil
      • Menu Define
      • Tutorial Dasar Belajar SAP2000 - webtekniksipil
        1. Material
        2. Menu penetapan jenis material, menambah material baru, memodifikasi atau menghapus.
        3. Frame Sections.
        4. Fasilitas ini berguna untuk menetapkan bentuk dan ukuran penampang, atau mengimpor penampang misal dari tabel tertentu seperti AISC, memodifikasi penampang dan lain-lain.
        1. Static Load Cases
        2. Adalah menu untuk menetapkan jenis-jenis pembebanan, seperti beban mati, beban hidup, beban angin atau gempa dengan faktor pengali (multiplier).
        3. Load Combination
        4. Menu Load Combination, memberikan kemudahan untuk mengkombinasikan gayagaya yang bekerja yang telah ditetapkan lebih awal, seperti
          Beban Mati + Beban Hidup dan seterusnya.
      • Menu Draw
      • Tutorial Dasar Belajar SAP2000 - webtekniksipil
        Edit Grid
        Sangat berguna untuk menggambar struktur yang diinginkan, atau melakukan perobahan-perobahan pada bentuk struktur yang telah ada dengan memakai garis-garis bantu.
      • Menu Assign
        Tutorial Dasar Belajar SAP2000 - webtekniksipil
        1. J o i n t
        2. Menu Joint Restraint untuk menetapkan derajat kebebasan titik-titik buhul dan perletakan.
        3. F r a m e
          1. Menu Assign Frame Sections untuk menetapkan penampang yang digunakan.
        1. Menu Assign Frame Releases untuk menetapkan kebebasan batang terhadap gaya-gaya dalam, seperti pada struktur rangka tidak terdapat momen dan gaya lintang.
        1. Joint Static Load
        2. Menu untuk menetapkan beban titik buhul.
        3. Frame Static Load
        4. Menu untuk menetapkan beban pada balok atau kolom dengan beban-beban gravitasi, beban titik dan beban terbagi rata, beban trapesium, temperatur dan prestress. Semua beban bekerja pada frame.
      • Menu Analyze
        Tutorial Dasar Belajar SAP2000 - webtekniksipil
        1. Set Options
        2. Untuk menetapkan jenis struktur, apakah struktur berupa portal kaku, atau struktur rangka, sebelum analisis dilaksanakan program SAP2000.
        3. R u n
        4. R u n, adalah eksekusi program SAP 2000.
      • Menu Display
        Tutorial Dasar Belajar SAP2000 - webtekniksipil
        1. Show Loads
        2. Menu Show Loads, untuk melihat gaya-gaya luar yang bekerja, yang telah ditetapkan lebih awal pada layar monitor.
        3. Show Deformed Shape
        4. Menu Show Deformed Shape, untuk melihat pelenturan akibat aksi pembebanan, pada layar monitor.
        5. Show Element Forces/Stresses
        6. Menu Show Element Forces/Stresses untuk melihat reaksi perletakan, dan gaya-gaya dalam seperti momen, gaya lintang, gaya normal dan lain-lain.
    • Latihan Analisis Perletakan Sederhana
    • Tutorial Dasar Belajar SAP2000 - webtekniksipil
      Diuraikan mengenai langkah-langkah menganalisis Perletakan Sederhana (seperti gambar di atas). Lebih lengkap mengenai langkah-langkah tersebut, silahkan anda download.
  • Modul II : Bangunan Rangka
    Materi :
    -   Bangunan Rangka pada SAP20000
    • Latihan Menghitung/Analisis Bangunan Rangka
    • Struktur Rangka adalah suatu struktur dengan material dari baja, tersusun dari batang-batang baja yang dihubungkan satu sama lain dengan pelat-pelat buhul. Anggapan yang diberlakukan pada struktur rangka ini adalah ”pada setiap titik buhul yang menghubungkan batang-batang tadi tidak terdapat momen dan gaya lintang (M, D = 0)”.
      Tutorial Dasar Belajar SAP2000 - webtekniksipil
      Diuraikan mengenai langkah-langkah menganalisis Rangka Batang (seperti gambar di atas). Lebih lengkap mengenai langkah-langkah tersebut, silahkan anda download.
  • Modul III : Bangunan Portal
    Materi :
    -   Bangunan Portal pada SAP20000
    • Latihan Menghitung/Analisis Bangunan Portal
    • Struktur portal adalah suatu struktur dengan material dari baja/beton, tersusun dari balok dan kolom, dimana pada hubungan balok dan kolom terdapat momen dan gaya lintang.
      Tutorial Dasar Belajar SAP2000 - webtekniksipil
      Beban-beban yang diperhitungkan :
      1. Beban mati (berat sendiri),
        • Balok melintang (balok T diabaikan) dan kolom (dihitung SAP2000);
        • Balok memanjang ukuran 25x30 cm,
          P = 0,25 x 0,30 x 4,0 x 2400 kg/m3 = 720 kg.
        • Pelat lantai (metode ampelop diabaikan).
          Atap,
          tebal t = 10 cm, Q1 = (4 m) x (0,10 m) x 2400 kg/m3 = 960 kg/m’.
          Lantai,
          tebal t = 12 cm, Q2 = (4 m) x (0,12 m) x 2400 kg/m3 = 1152 kg/m’.
      2. Beban hidup,
        • Muatan hidup lantai (metode ampelop diabaikan) = 250 kg/m2,
          MHL = (4 m) x 250 kg/m2 = 1000 kg/m’.
        • Muatan angin datang Wd = (0,9) x 4m x 4m x 25kg/m2 = 360 kg ;
        • Muatan angin pergi Wp = (0,4) x 4m x 4m x 25 kg/m2 = 160 kg
          (tekanan angin minimum = 25 kg/m2).
      Tutorial Dasar Belajar SAP2000 - webtekniksipil
      Tutorial Dasar Belajar SAP2000 - webtekniksipil
- Terima Kasih -

Kamis, 16 Juni 2011

Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung [SNI-1726-2002]

Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung [SNI-1726-2002] | Tim Penyusun | Puslitbang PU | 2002 | Bahasa Indonesia | 69 h | pdf | 336.6 KB | Standar ini dimaksudkan sebagai pengganti Standar Nasional Indonesia SNI 03-1726-1989 dan untuk selanjutnya menjadi persyaratan minimum perencanaan ketahanan gempa untuk struktur gedung, kecuali untuk struktur bangunan yang ditentukan dalam Pasal 1.2. Syarat-syarat perencanaan struktur gedung tahan gempa yang ditetapkan dalam Standar ini tidak berlaku untuk bangunan sebagai berikut : - Gedung dengan sistem struktur yang tidak umum atau yang masih memerlukan pembuktian tentang kelayakannya; - Gedung dengan sistem isolasi landasan (base isolation) untuk meredam pengaruh gempa terhadap struktur atas; - Bangunan Teknik Sipil seperti jembatan, bangunan air, dinding dan dermaga pelabuhan, anjungan lepas pantai dan bangunan non-gedung lainnya; - Rumah tinggal satu tingkat dan gedung-gedung non-teknis lainnya. Standar ini bertujuan agar struktur gedung yang ketahanan gempanya direncanakan menurut Standar ini dapat berfungsi : - menghindari terjadinya korban jiwa manusia oleh runtuhnya gedung akibat gempa yang kuat; - membatasi kerusakan gedung akibat gempa ringan sampai sedang, sehingga masih dapat diperbaiki; - membatasi ketidaknyamanan penghunian bagi penghuni gedung ketika terjadi gempa ringan sampai sedang; - mempertahankan setiap saat layanan vital dari fungsi gedung.
Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung [SNI-1726-2002]
Judul Buku
:
Standar Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Struktur Bangunan Gedung [SNI-1726-2002]
Penulis
:
Tim Penyusun
Penerbit
:
Puslitbang PU
Tahun
:
2002
Bahasa
:
Bahasa Indonesia
Halaman
:
69 h
Format File
:
pdf
Ukuran File
:
336.6 KB
Standar ini dimaksudkan sebagai pengganti Standar Nasional Indonesia SNI 03-1726-1989 dan untuk selanjutnya menjadi persyaratan minimum perencanaan ketahanan gempa untuk struktur gedung, kecuali untuk struktur bangunan yang ditentukan dalam Pasal 1.2.
Syarat-syarat perencanaan struktur gedung tahan gempa yang ditetapkan dalam Standar ini tidak berlaku untuk bangunan sebagai berikut :
  • Gedung dengan sistem struktur yang tidak umum atau yang masih memerlukan pembuktian tentang kelayakannya.
  • Gedung dengan sistem isolasi landasan (base isolation) untuk meredam pengaruh gempa terhadap struktur atas.
  • Bangunan Teknik Sipil seperti jembatan, bangunan air, dinding dan dermaga pelabuhan, anjungan lepas pantai dan bangunan non-gedung lainnya.
  • Rumah tinggal satu tingkat dan gedung-gedung non-teknis lainnya.
Standar ini bertujuan agar struktur gedung yang ketahanan gempanya direncanakan menurut Standar ini dapat berfungsi :
  • menghindari terjadinya korban jiwa manusia oleh runtuhnya gedung akibat gempa yang kuat;
  • membatasi kerusakan gedung akibat gempa ringan sampai sedang, sehingga masih dapat diperbaiki;
  • membatasi ketidaknyamanan penghunian bagi penghuni gedung ketika terjadi gempa ringan sampai sedang;
  • mempertahankan setiap saat layanan vital dari fungsi gedung.
Standar ini menggunakan acuan dokumen:
  • SNI 03-1726-1989, “Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Rumah Dan Gedung”, Kantor Menteri Negara Pekerjaan Umum, Dit. Bintek, Ditjen Cipta Karya, 3 No. 1997;
  • National Earthquake Hazards Reduction Program (NEHERP) Recommended Provisions for Seismic Regulation for New Buildings and Other Structures, 1997 Edition, Part 1 – Provisions, Part 2 – Commentary; FEMA 302, Feb. 1998
  • Uniform Building Code (UBC), 1997 Edition, Volume 2, Structural Engineering
DAFTAR ISI
PRAKATA
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR GAMBAR

1.
RUANG LINGKUP

2.
ACUAN

3.
ISTILAH DAN NOTASI

3.1.
Istilah
3.2.
Notasi

4.
KETENTUAN UMUM

4.1.
Gempa Rencana dan Kategori Gedung
4.2.
Struktur Gedung Beraturan dan Tidak Beraturan
4.3.
Daktilitas Struktur Gedung dan Pembebanan Gempa Nominal
4.4.
Perencanaan Beban dan Kuat Terfaktor
4.5.
Perencanaan Kapasitas
4.6.
Jenis Tanah dan Perambatan Gelombang Gempa
4.7.
Wilayah Gempa dan Spektrum Respons
4.8.
Pengaruh Gempa Vertikal

5.
PERENCANAAN UMUM STRUKTUR GEDUNG

5.1.
Struktur Atas dan Struktur Bawah
5.2.
Struktur Penahan Beban Gempa
5.3.
Lantai Tingkat Sebagai Diafragma
5.4.
Eksentrisitas Pusat Massa Terhadap Pusat Rotasi Lantai Tingkat
5.5.
Kekakuan Struktur
5.6.
Pembatasan Waktu Getar Alami Fundamental
5.7.
Pengaruh P-Delta
5.8.
Arah Pembebanan Gempa

6.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG BERATURAN

6.1.
Beban Gempa Nominal Statik Ekuivalen
6.2.
Waktu Getar Alami Fundamental
6.3.
Analisis Statik Ekuivalen

7.
PERENCANAAN STRUKTUR GEDUNG TIDAK BERATURAN

7.1.
Ketentuan Untuk Analisis Respons Dinamik
7.2.
Analisis Ragam Spektrum Respons
7.3.
Analisis Respons Dinamik Riwayat Waktu

8.
KINERJA STRUKTUR GEDUNG

8.1.
Kinerja Batas Layan
8.2.
Kinerja Batas Ultimit

9.
PENGARUH GEMPA PADA STRUKTUR BAWAH

9.1.
Pembebanan Gempa dari Struktur Atas
9.2.
Pembebanan Gempa dari Gaya Inersia
9.3.
Pembebanan Gempa dari Tanah Sekelilingnya

10.
PENGARUH GEMPA PADA UNSUR SEKUNDER, UNSUR ARSITEKTUR DAN INSTALASI MESIN DAN LISTRIK

10.1.
Ruang Lingkup Pengamanan
10.2.
Tambatan
10.3.
Hubungan Antar-Unsur
10.4.
Pemutusan Otomatis Operasi Mesin dan Alat
10.5.
Pengaruh Gempa Rencana

LAMPIRAN A : PENJELASAN

A.1.
Ruang Lingkup
A.3.
Istilah Dan Notasi
A.4.
Ketentuan Umum
A.5.
Perencanaan Umum Struktur Gedung
A.6.
Perencanaan Struktur Gedung Beraturan
A.7.
Perencanaan Struktur Gedung Tidak Beraturan
A.8.
Kinerja Struktur Gedung
A.9.
Pengaruh Gempa pada Struktur Bawah
A.10.
Pengaruh Gempa pada Unsur Sekunder, Unsur Arsitektur dan Instalasi Mesin dan Listrik

LAMPIRAN B :

B.1.
Perencanaan Beban Dan Kuat Terfaktor Untuk Fondasi
B.2.
Penjelasan Perencanaan Beban Dan Kuat Terfaktor Untuk Fondasi

Rabu, 15 Juni 2011

Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung [SNI 03-1729-2002]

Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung [SNI 03-1729-2002] | Tim Penyusun | Departemen Pekerjaan Umum | 2002 | Bahasa Indonesia | 215 h | pdf | 2.22 MB | Tujuan tata cara ini adalah untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman, dan ekonomis. Standar ini meliputi persyaratan-persyaratan umum serta ketentuan-ketentuan teknis perencanaan dan pelaksanaan struktur baja untuk bangunan gedung, atau struktur bangunan lain yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur gedung.
Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung [SNI 03-1729-2002]
Judul Buku
:
Tata Cara Perencanaan Struktur Baja Untuk Bangunan Gedung [SNI 03-1729-2002]
Penulis
:
Tim Penyusun
Penerbit
:
Departemen Pekerjaan Umum
Tahun
:
2002
Bahasa
:
Bahasa Indonesia
Halaman
:
215 h
Format File
:
pdf
Ukuran File
:
2.22 MB
Maksud Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung ini adalah sebagai acuan bagi para perencana dan pelaksana dalam melakukan pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan struktur baja.
Tujuan tata cara ini adalah untuk mengarahkan terciptanya pekerjaan perencanaan dan pelaksanaan baja yang memenuhi ketentuan minimum serta mendapatkan hasil pekerjaan struktur yang aman, nyaman, dan ekonomis.
Standar ini meliputi persyaratan-persyaratan umum serta ketentuan-ketentuan teknis perencanaan dan pelaksanaan struktur baja untuk bangunan gedung, atau struktur bangunan lain yang mempunyai kesamaan karakter dengan struktur gedung.
Tata cara ini mencakup:
  1. ketentuan-ketentuan minimum untuk merencanakan, fabrikasi, mendirikan bangunan, dan modifikasi atau renovasi pekerjaan struktur baja, sesuai dengan metode perencanaan keadaan batas;
  2. perencanaan struktur bangunan gedung atau struktur lainnya, termasuk keran yang terbuat dari baja;
  3. struktur dan material bangunan berikut :
    1. komponen struktur baja, dengan tebal lebih dari 3 mm;
    2. tegangan leleh ( fy ) komponen struktur kurang dari 450 MPa;
Komponen struktur canai dingin harus direncanakan sesuai dengan ketentuan lain yang berlaku. Bangunan-bangunan yang tidak dicakup dalam 1, 2, dan 3 di atas direncanakan dengan ketentuan lain yang berlaku.
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR TABEL

1.
MAKSUD DAN TUJUAN

1.1.
Maksud
1.2.
Tujuan

2.
RUANG LINGKUP DAN UMUM

3.
ACUAN DAN PERSYARATAN-PERSYARATAN

3.1.
Standar Nasional Indonesia
3.2.
Persyaratan-persyaratan

4.
PENGERTIAN

4.1.
Penggunaan material atau metode alternatif
4.2.
Perencanaan

5.
MATERIAL

5.1.
Sifat mekanis baja
5.2.
Baja struktural
5.3.
Alat sambung

6.
PERSYARATAN UMUM PERENCANAAN

6.1.
Ketentuan umum
6.2.
Beban-beban dan aksi lainnya
6.3.
Keadaan kekuatan batas
6.4.
Keadaan kemampuan-layan batas
6.5.
Keadaan kekuatan dan kemampuan-layan batas dengan percobaan beban
6.6.
Kebakaran
6.7.
Gempa
6.8.
Persyaratan perencanaan lainnya

7.
BEBERAPA METODE DALAM ANALISIS STRUKTUR

7.1.
Beberapa metode dalam penentuan gaya-dalam
7.2.
Bentuk-bentuk struktur pada analisis struktur
7.3.
Anggapan dalam analisis
7.4.
Analisis elastis
7.5.
Analisis plastis
7.6.
Analisis tekuk komponen struktur

8.
KOMPONEN STRUKTUR LENTUR

8.1.
Perencanaan untuk lentur
8.2.
Kuat nominal lentur penampang dengan pengaruh tekuk lokal
8.3.
Kuat lentur nominal penampang dengan pengaruh tekuk lateral
8.4.
Kuat lentur nominal balok pelat berdinding penuh
8.5.
Kasus-kasus lain
8.6.
Pelat badan
8.7.
Perencanaan pelat badan
8.8.
Kuat geser pelat badan
8.9.
Interaksi geser dan lentur
8.10.
Gaya tekan tumpu
8.11.
Perencanaan pengaku penumpu beban
8.12.
Perencanaan pengaku vertikal
8.13.
Perencanaan pengaku memanjang
8.14.
Daerah panel
8.15.
Pengekang lateral

9.
KOMPONEN STRUKTUR TEKAN

9.1.
Perencanaan akibat gaya tekan
9.2.
Kuat tekan rencana akibat tekuk lentur-torsi
9.3.
Komponen struktur tersusun prismatis dengan elemen yang dihubungkan oleh pelat melintang dan memikul gaya sentris
9.4.
Komponen struktur tersusun prismatis dengan elemen yang dihubungkan oleh unsur diagonal dan memikul gaya sentris
9.5.
Komponen struktur tersusun yang tidak mempunyai sumbu bahan
9.6.
Komponen struktur tersusun yang jarak antaranya sama dengan tebal pelat kopel
9.7.
Komponen struktur tak-prismatis dengan gaya tekan sentris
9.8.
Komponen struktur tekan pada struktur rangka batang bidang
9.9.
Kolom pada bangunan portal

10.
KOMPONEN STRUKTUR YANG MENGALAMI GAYA TARIK AKSIAL

10.1.
Kuat tarik rencana
10.2.
Penampang efektif
10.3.
Komponen struktur tersusun dari dua buah profil atau lebih
10.4.
Komponen struktur tarik dengan sambungan pen

11.
KOMPONEN STRUKTUR KOMPOSIT

11.1.
Umum
11.2.
Gaya dan momen terfaktor
11.3.
Komponen struktur dengan penampang simetris yang mengalami momen lentur dan gaya aksial
11.4.
Komponen struktur dengan penampang tak-simetris, dan komponen struktur yang mengalami pembebanan torsi dan kombinasi

12.
KETENTUAN PERENCANAAN TAHAN GEMPA UNTUK STRUKTUR BANGUNAN BAJA

12.1.
Ruang lingkup
12.2.
Prinsip-prinsip dasar perencanaan
12.3.
Komponen struktur tekan
12.4.
Komponen struktur lentur
12.5.
Kombinasi tekan dan lentur
12.6.
Penghubung geser
12.7.
Kasus khusus

13.
SAMBUNGAN

13.1.
Umum
13.2.
Perencanaan baut
13.3.
Kelompok baut
13.4.
Tata letak baut
13.5.
Las
13.6.
Kelompok las

14.
KETAHANAN API

14.1.
Umum
14.2.
Beberapa definisi
14.3.
Penentuan periode kelayakan struktural
14.4.
Variasi sifat-sifat mekanis baja terhadap temperatur
14.5.
Penentuan temperatur batas baja
14.6.
Penentuan waktu tercapainya temperatur batas untuk komponen struktur yang terlindung
14.7.
Penentuan waktu tercapainya temperatur batas untuk komponen struktur yang tak-terlindung
14.8.
Penentuan Periode Kelayakan Struktural (PKS) dari suatu pengujian tunggal
14.9.
Kondisi terekspos api tiga-sisi
14.10.
Pertimbangan-pertimbangan khusus

15.
KETENTUAN PERENCANAAN TAHAN GEMPA UNTUK STRUKTUR BANGUNAN BAJA

15.1.
Ketentuan umum
15.2.
Parameter beban gempa
15.3.
Beban, kombinasi beban, dan kuat nominal
15.4.
Simpangan antar lantai
15.5.
Bahan
15.6.
Persyaratan kolom
15.7.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK)
15.8.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Terbatas (SRPMT)
15.9.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Pemikul Momen Biasa (SRPMB)
15.10.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Batang Pemikul Momen Khusus (SRBPMK)
15.11.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Bresing Konsentrik Khusus (SRBKK)
15.12.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Bresing Konsentrik Biasa (SRBKB)
15.13.
Persyaratan untuk Sistem Rangka Bresing Eksentrik (SRBE)

16.
PENGGAMBARAN

16.1.
Aturan penggambaran
16.2.
Informasi yang harus ditunjukan pada gambar
16.3.
Penggambaran balok badan terbuka

17.
PABRIKASI

17.1.
Umum
17.2.
Material
17.3.
Prosedur pabrikasi
17.4.
Toleransi

18.
MENDIRIKAN BANGUNAN

18.1.
Umum
18.2.
Prosedur mendirikan bangunan
18.3.
Toleransi
18.4.
Pemeriksaan terhadap sambungan baut
18.5.
Grouting pada tumpuan

19.
PERUBAHAN STRUKTUR YANG SUDAH ADA

19.1.
Umum
19.2.
Material
19.3.
Pembersihan
19.4.
Pengaturan khusus

20.
PENGUJIAN STRUKTUR ATAU KOMPONEN STRUKTUR

20.1.
Umum
20.2.
Definisi
20.3.
Persyaratan pengujian
20.4.
Pengujian pembuktian
20.5.
Pengujian prototipe
20.6.
Laporan pengujian

LAMPIRAN A DAFTAR NOTASI

Manual Pemeriksaan Material / Bahan Jalan

Manual Pemeriksaan Material Bahan JalanManual Pemerikasaan Material/Bahan Jalan ini, merupakan seri dari Buku Manual Konstruksi dan Bangunan, yang diterbitkan oleh Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Bina Marga, Tahun 2009. Terdiri dari 4 (empat) buku, yaitu : Buku I : Pengujian Bahan Alam (No. 014/BM/2009); Buku II : Pengujian Produk Pabrikasi (No. 015/BM/2009); Buku III : Pengujian Produk Olahan (No. 016/BM/2009); dan Buku IV : Aspek-aspek Yang Menunjang Pengujian Dan Contoh Permasalahan Pada Pengujian (No. 017/BM/2009).
Dalam upaya penyediaan Standar, Pedoman dan Manual (SPM) yang dapat diterapkan dengan mudah di dalam pelaksaan di lapangan guna menunjang keberhasilan pembinaan di bidang jalan dan jembatan, maka Direktorat Jenderal Bina Marga, Departemen Pekerjaan Umum, telah menyusun Manual Pemeriksaan Material Bahan Jalan, yang merupakan penjabaran dari SNI (Standar Nasional Indonesia). Manual ini disusun dengan memperhatikan masukan-masukan dari para narasumber yang ahli di bidang Material Bahan Jalan.

Manual Pemeriksaan Material Bahan Jalan ini terdiri dari 4 seri buku, yaitu :

  1. Pengujian Bahan Alam
    Berkaitan dengan Pengujian Air, Tanah, dan Agregat. Didalamnya diuraikan secara jelas tahapan-tahapan pelaksanaan pemeriksaannya.
    Lihat Daftar Isi
  2. Pengujian Produk Pabrikasi
    Berkaitan dengan pengujian bahan produk pabrikasi terhadap Aspal, Semen, dan Baja. Didalamnya diuraikan secara jelas mengenai tahapan-tahapan pelaksanaan pemeriksaannya.
    Lihat Daftar Isi
  3. Pengujian Produk Olahan
    Berkaitan dengan pengujian Campuran Beraspal dan Campuran Beton Semen. Didalamnya diuraikan secara jelas tahapan-tahapan pelaksanaan pemeriksaannya.
    Lihat Daftar Isi
  4. Aspek-aspek Yang Menunjang Pengujian dan Contoh Permasalahan Pada Pengujian
    Berkaitan dengan Penentuan Lokasi pengambilan contoh dari truk pengangkut, lapis perkerasan padat, contoh permasalahan pada pengujian serta persyaratan timbang untuk pengujian bahan lama.
    Lihat Daftar Isi
- Terima Kasih -

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More